"..believe? on what? lelah? ofcos ya.."
I stopped smilling,
thinking that someone would ask what was wrong,
but no one did.
Aku sisihkan diri,
memikirkan 'dia' atau mereka akan menyoal,
tapi tiada yang peduli.
bila selera makan kian menyusut
bila berat badan turun mendadak menjadikan aku kepingan pipih
'dia' soal mengapa? mereka tanya kenapa?
dan..
aku?
larikan pandangan.
pejam, pecahkan kaca dimata.
derita ini
hanya kerna 'dia'
sometime..
i trying to put the best smile,
and opened mylips and said i'm okey
untuk semua yang jadi..
tapi..
disudut hati,
ada dusta tersembunyi.
ada kelat yang menyelubungi.
- benci dia? hanya akan buat aku kian sakit.. -
