Saturday, 28 September 2013

Biar Hanya Kosong


Perlu apa kau ratapi kenangan lalu
kalau akhirnya yang menangis tetap kau sendiri..

bertahun aku melangkah.
pergi membawa hati dalam sepi.
berlalu dalam kata mengkuburkan segalanya.

6 tahun.

6 tahun aku pendam rasa yang ada.
tanpa mengetahui jejak wujudnya seorang 'dia'
aku cuba bina benteng yang utuh
benteng yang aku anggap
akan melupakan aku
pada segalanya.

setahun sebelumnya.
aku bisu pada yang ada.
hanya kerna adanya seorang 'dia'
dihadapan mata.

bertahun berlalu.
dan aku makin alpa pada
adanya seorang 'dia'

saat itu,
aku kira aku kebal pada rasa
andai kata seorang 'dia' muncul depan mata.

hari demi hari aku bawa diri
2 tahun memenjarakan diri dirantauan, dan
3 tahun aku terlontar dalam dunia penuh kira-kira..

semester pertama
ada desas-desus mengatakan
seorang 'dia' turut terlontar dibumi yang sama.

aku kaku.

aku beku.

gentar untuk berhadapan
seorang 'dia'..

seminggu ketahanan diuji
seminggu juga aku liarkan pandangan
dalam risau adanya 'dia'
hati membentak.

ya.
aku perlukan kepastian
sebelum tempuh 3 tahun yang terbentang.
aku perlu tahu kebenaran adanya seorang 'dia' disitu.

aku tidak ingin langkah aku tersekat
aku tidak ingin kebebasan aku terbatas.

hanya kerna
aku ingin lari dari
seorang 'dia'

sesekali bukan mata tidak terpandang
bayang seorang 'dia' seolah-olah
ada dimana-mana sahaja.

tapi aku tepis satu persatu
ya. itu mungkin bayang dari ilusi aku sendiri
aku tetapkan dalam hati yang seorang 'dia' tidak wujud disitu.

cukuplah.
cukup seminggu aku kucar-kacir.
aku tidak ingin 3 tahun ini dilalui dengan penuh resah.

semester kedua sehingga seterusnya.
seorang 'dia' makin terhakis di ingatan.

aku abaikan segala rasa dijiwa.
aku berhenti untuk bermimpi.

hidup aku riang.
dunia aku penuh dengan warna.
sementelah 'dia' telah aku lupakan.
disisi aku ada teman-teman yang terus menemani.

bersama mereka aku cipta kenangan
aku kait satu demi satu memori indah untuk dikenang

bersama tawa
yang kadang bersulam duka
wujudnya kami sepuluh sahabat

semester ke empat
perpisahan sementara
pembuka ke alam dewasa

saat yang juga membuka
segala cerita lama

semester kelima
ada kata yang sampai ke telinga
mengkhabarkan wujudnya seorang 'dia'
dunia aku gelap. pandangan aku kian kelam.

risau.

gentar.

takut.

entah kenapa
kekebalan yang aku bina bertahun
hancur begitu sahaja.

hari yang dinanti tiba juga
saat dimana mata melabuh pandang
adanya seorang 'dia' berdiri dihadapan mata.

sibelang biru.
wujudnya umpama igauan.
entah sejak bila aku belajar membenci
hanya kerna ingin menghapus rasa aneh dalam hati.

semester ke lima
kucar kacir.

aku jadi beku.

aku jadi dingin.

lelah dalam melawan segala rasa yang ada.

sehingga ada yang mengatakan
aku lupa pada orang sekeliling
sahabat yang sentiasa
ada.

hanya kerna
aku beku pada dunia
sekeliling..

benci aku makin menjadi

kalau kata akal aku masih kuat
seorang 'dia' sepatutnya tiada disini

kadang aku bawa diri
menggerakkan jasad yang jiwanya
dikurungi segala kenangan lama bukan mudah.

langkah aku kian terbatas.
aku tidak sebebas dulu untuk bergerak.

kalau diajak; kata malas.

kalau disuruh; kata letih.

kepura-puraan yang kadang buat aku benci
pada empunya diri.

'dia' yang tidak ingin aku fikirkan
'dia' yang tidak ingin aku lihat

seringkali wujud didepan mata.

semester terakhir.
situasi yang sama masih berlaku.

kadang sengaja aku lontarkan pandang sejauh mungkin
tapi hati sendiri yang tersentak bila mana
dihujung pandangan adanya 'dia'

kadang pula aku tundukkan pandangan
gentar dihadapan wujudnya 'dia'
tapi takdir Allah mungkin,
yang ingin aku jauhi
kian mendekati

mengingatkan 'dia'
yang kadang buat aku sinis pada diri

entah apa yang ada pada 'dia'
hingga aku memilih untuk berlawan arus
sedang antara aku dan 'dia'
tidak pernah ada sejarah yang terbina.

sejarah rasa,
mahupun sengketa.

bila aku pilih untuk menjauh
aku langsung tak harap langkah kami
kan selalu bertemu.

bertahun
bukan berhari..

bertahun aku cuba anggap 'dia'
insan biasa yang perlu
aku depani..

tapi bila didepan mata adanya 'dia'
aku jadi beku, aku jadi bisu.
aku jadi kelu dan kaku.

enggan mengingkari hati sendiri
aku pilih untuk pencilkan diri
aku pilih untuk sembunyi.

sedang dunia ini
tidak seluas mana..

hari terakhir
masih ada 'dia' dihadapan mata

'dia' yang ego
'dia' yang punya gaya tersendiri
'dia' yang tak pernah hiraukan orang sekeliling

hari jubah.
mata aku liar mencari
tapi dalam hati doa tak pernah henti.

Allah.
jangan temukan langkah kami..

cerita ini
cerita semalam
yang melarat ke hari ini.

untuk esok
dan hari seterusnya
harapan aku tetap sama

Allah.
jangan ada pertemuan antara kami..


- cerita yang masih tiada henti; tersembunyi dan penuh misteri -

Monday, 23 September 2013

Maaf Untuk Dia


Terlalu sibuk menjaga hati 
yang aku pendam 
sendiri..

Terlalu risau akan jiwa
yang sering kali
dilukai..

hingga kadang terabai 
dia yang sepatutnya
aku lindungi.

..maaf..

atas
zaman kanak-kanak
kau yang tak seindah mana.

- waiting for miracles -

Friday, 13 September 2013

Sakit Dalam Diam

"..believe? on what? lelah? ofcos ya.."

I stopped smilling,
thinking that someone would ask what was wrong,
but no one did.

Aku sisihkan diri,
memikirkan 'dia' atau mereka akan menyoal,
tapi tiada yang peduli.

bila selera makan kian menyusut
bila berat badan turun mendadak menjadikan aku kepingan pipih
'dia' soal mengapa? mereka tanya kenapa?

dan..
aku?

larikan pandangan.
pejam, pecahkan kaca dimata.

derita ini
hanya kerna 'dia'

sometime..

i trying to put the best smile,
and opened mylips and said i'm okey
untuk semua yang jadi..

tapi..
disudut hati,
ada dusta tersembunyi.
ada kelat yang menyelubungi.

- benci dia? hanya akan buat aku kian sakit.. -

Sunday, 8 September 2013

Bila Kita Bersama

Spending time together.
Walau jarak seolah memisah.
Walau masa kadang tak mengizinkan.
Hati kita kan tetap bersatu..
With lots of Love,
Selamanya kita tetap sahabat !


Thursday, 5 September 2013

tried and tired

survival moments.

being strong is ain't easy.

perhaps u know that i'm trying.

-.-